stories of jungle survival exercise

Pada kesempatan kali ini, saya ingin menceritakan suatu pengalaman terseru sekaligus terkesan bagi saya dan teman teman saya, yaitu jungle survival yang ada diadakan disekolah. mengapa kami harus mengadakan jungle? supaya kami siap jika ada bencana dalam penerbangan, melatih mental dan fisik sekaligus meresmikan diri menjadi taruna taruni smk negeri 6 kota tangerang ini. sebelum jungle kami melalui beberapa tahapan dahulu seperti bina fisik, tes kesehatan, dan menyiapkan yelyel kelompok nya masing-masing.

kami berangkat pada tanggal 6-9febuari. Diawali dengan semangat serta bismillah kami berangkat pukul setengah satu dini hari menggunakan kendaraan yg diisi masing masing guru dan mentor, sebelum itu kami berkumpul di lapangan pada pukul 10 malam untuk absen dan yelyel, diperjalanan kami bercerita, tertidur dan melihat pemandangan sekitar, saya berada dikelompok 8 yang dimentori bang maizal, dan kelompok 7 dimentori bang taufik. Kami berhenti di rest area untuk makan bersama, setelah itu kami berjalan menuju tempat tujuan bersama masing-masing kelompok dan mentor, dijalan kami para putri lelah dan cape karena membawa tas yang cukup berat, baiknya yang putra menawarkan untuk membawakan tas kami menggunakan bambu yang di bopong bersama. Ketua kelompok melihat peta kami mengikuti dan berbaris rapih kebelekang 1 banjar.

Lamanya perjalanan hampirnya kamipun sampai pada tujuan yaitu di griya sawah lega, kami berkumpul, berbaris dan menunggu kelompok lain, setelah semua sudah kumpul, subuh pun tiba dan kami sholat subuh berjamaah,lalu kami berbaris lagi untuk membagi tenda, saya, divia, zaskia,anita, dan raya mendapat tenda nomor 4, senangnya kami setenda bersama. lalu kami istirahat ditenda, sebelumnya kami ada materi bivak dan pioneer, sampai pada dzuhur tiba kami sholat bersama, setelah sholat kami makan bersama, lalu kami ada materi, materi tentang kompas dan peta, disitu kami tidak menyangka teman kami ada yang membuat masalah dan menyeletuk tidak senonoh saat dijelaskan tentang apa itu warna warna pada peta, pembina kami pun marah dan menghukum kami merayap memutar, lalu teman saya yang membuat masalah dihukum untuk sikap tobat selama kami merayap, begitu kesal dan marahnya kami semua karena salah satu teman kami tidak berfikir untuk bertindak, yang seharusnya kami mendapat lanjutan lebih banyak materi jadi harus merayap dan mengotori diri sebelum waktunya, lalu kami melanjutkan materi untuk membidik tempat, lalu kami mandi lumpur, betapa jijik dan kotornya lumpur namun apa daya kami, kami terpaksa namun disisi lain kami bersenang senang dan seru serta menjadi satu pengalaman terseru yang seharusnya menjadi pembelajaran kami.

Maghrib tiba kami pun sholat bersama lagi, sebelumnya kami sudah mandi dan bebersih, membersihkan apa yang sudah terjadi. Pak ibnu walikelas kami berceramah sampai isya lalu kami lanjut solat isya, setelah solat isya, kami dievaluasi atas kejadian tadi sebagai bentuk penyesalan dan harus menjadikan kami berfikir bahwa kami salah dan memperbaikinya serta tidak mengulanginya. setelahnya kami makan bersama lagi setelah makan betapa kagetnya kami pak wahyu membuat kami mengingat orang tua dirumah kami menangis dan kangen karena kami sudah lama tidak bertemu orang tua. Setelahnya kami tidur, betapa lelahnya kami.

keesokannya dihari kedua kami bangun pada pukul empat subuh dan melaksanakan solat subuh, habis subuh kami free dan istirahat ditenda setelahnya kami berkumpul untuk senam bersama, sehabis senam bersama kami free lagi sampe dzuhur, kami diinfokan setelah zuhur kami ada kegiatan melewati pos, lalu kami melewati pos bersama kelompok masing masing, dipos pertama kami diberikan pertanyaan, dijalan menuju pos ke dua hujan turun dan kamipun terpaksa berteduh disebuah warung makan warga sekitar, baiknya ibu warung itu memberikan kami air hangat, ssssttt rahasia. kami kaget dan panik karena pak ridho tiba tiba menghampiri kami, hujan mulai reda kamipun melanjutkan perjalanan sambil berjalan jongkok, dipost ke dua dan tiga pun sama diberi pertanyaan dipost terakhir yaitu pos empat kami bermain game yaitu menendang bola menggunakan penutup kepala yang diwakili 1 orang pemain di setiap kelompok, kelompok yang menang aman dan bisa lanjut sedangkan kelompok yang kalah harus dihukum terlebih dahulu.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai